Hidayat Nur Wahid: Dukungan Global untuk Palestina Meningkat, 2025 Momentum Kemerdekaan

sudutpandangbekasi.com/ –  Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan bahwa dukungan dunia terhadap Palestina semakin kuat. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers “Gaza Not For Sale” yang digelar bersama Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Jumat, 14 Februari 2025.

HNW menyoroti bahwa solidaritas global terhadap Palestina tidak hanya datang dari negara-negara Muslim, tetapi juga dari berbagai komunitas internasional, termasuk di Amerika Serikat, Eropa, dan Amerika Latin. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 300 ribu rabi Yahudi di AS menandatangani petisi yang menolak kebijakan Donald Trump terkait Gaza. Bahkan, beberapa anggota Kongres mengajukan usulan pemakzulan terhadap Trump karena dinilai mengancam Gaza.

“Subhanallah, masyarakat dunia, bahkan yang non-Muslim, menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap Palestina. Di Meksiko, mahasiswa berdemo dengan bendera Palestina di jalanan. Di negara-negara Skandinavia, tim sepak bola mereka menolak berpartisipasi dalam Piala Dunia sebagai bentuk protes. Sementara di Irlandia, bukan hanya pemerintah menutup kedutaan Israel, tetapi juga mengubahnya menjadi museum untuk Palestina,” ujar Hidayat.

Menurutnya, dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia masih menunjukkan sikap yang lebih sopan dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa perjuangan Palestina adalah perjuangan kemanusiaan dan harus mendapatkan dukungan yang lebih kuat.

Terkait situasi di Gaza, Anggota DPR RI Fraksi PKS ini menjelaskan bahwa Hamas tetap konsisten dalam perjuangannya, yang membuat dunia semakin percaya dan turut menekan Israel. Ia menyebutkan bahwa meskipun Israel sebelumnya memutus gencatan senjata, baru-baru ini Tel Aviv membuka perbatasan Rafah dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk.

“Ini menandakan keistiqomahan Hamas dalam memperjuangkan Palestina. Dunia semakin percaya bahwa Israel adalah pihak yang bertindak tidak adil, sementara Palestina terus berjuang dengan penuh keteguhan. Membiarkan Gaza dihancurkan oleh Israel sama saja dengan membiarkan kemanusiaan terbunuh,” katanya.

Ia juga menyoroti bahwa peristiwa serangan 7 Oktober 2024 menjadi titik balik dalam dinamika konflik ini. Ia menilai bahwa jika kejadian tersebut tidak terjadi, peta politik Timur Tengah bisa berbeda, dan negara-negara seperti Arab Saudi mungkin sudah menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Sekarang adalah momentum bagi kita untuk merealisasikan bantuan bagi Palestina. Apa yang terjadi ini adalah bagian dari konsekuensi kita dalam membela kemanusiaan. Tahun 2025 bisa menjadi momentum bagi Palestina untuk meraih kemerdekaannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *