sudutpandangbekasi.com/ – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-63 dan mempersiapkan acara World Muslim Scouts Jamboree (WMSJ) 2025, Panitia WMSJ 2025 bersama dengan Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor menggelar konferensi pers di D’UUS Coffee, Jakarta.
"Kegiatan ini diadakan untuk memperkenalkan rencana besar yang akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Nasional Cibubur, Jakarta, pada 9-14 September 2025, kata Ketua Panitia WMSJ 2025, Agus Muslim.
Ia mengatakan WMSJ 2025 merupakan ajang internasional yang pertama kalinya diadakan di Indonesia. Acara tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Pramuka ke-63, yang dirayakan oleh Panitia WMSJ 2025 dan Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor dengan penuh sukacita.
"Kami mengucapkan Selamat Hari Pramuka ke-63! Semoga Pramuka Indonesia terus kokoh sebagai wadah pendidikan dan pembentukan karakter bangsa," ujar Agus Muslim, Rabu (14/8/2024).
Ia menambahkan megiatan ini mengusung tema "We are Muslim: Civilized, United, and Peaceful" dan bertujuan untuk menyatukan seluruh pramuka Muslim di dunia dalam satu wadah, guna membentuk pribadi yang progresif, kreatif, dan berkarakter.
Prof. Dr. Husnan Bey Fananie, MA, Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor menyatakan bahwa acara ini akan melibatkan peserta pramuka dari pesantren dan sekolah Islam di Indonesia serta negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
"Diharapkan acara ini dapat menjadi festival pembelajaran luar biasa, sekaligus tempat kaum muda Muslim membangun persahabatan dan perdamaian dunia,"katanya.
Lebih lanjut, Prof Husnan menekankan bahwa WMSJ 2025 akan menjadi miniatur Pondok Modern Darussalam Gontor dalam membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, dan jati diri bangsa.
"Acara ini juga diharapkan dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Pramuka Indonesia adalah pramuka yang kreatif, maju, dan memiliki karakter yang kuat, sesuai dengan nilai-nilai kepramukaan dan keislaman,"imbuhnya.
Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, serta lembaga lainnya.
"Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dan mensukseskan acara ini yang akan menjadi momentum penting bagi pramuka Indonesia," ujar Prof Husnan menutup wawancara.

