Anggota DPRD Kota Bekasi Muhammad Kamil Soroti Urbanisasi Pasca Lebaran, Pemerintah Harus Punya Strategi Atasi Pengangguran

sudutpandangbekasi.com/ — Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Muhammad Kamil, menyoroti persoalan pengangguran yang diperkirakan akan meningkat usai momentum Idul Fitri akibat gelombang urbanisasi. Ia menyebutkan bahwa arus kedatangan masyarakat dari luar kota ke Bekasi setelah lebaran merupakan hal yang tidak bisa dicegah, namun harus diantisipasi dengan strategi yang matang oleh pemerintah.

Menurut Kamil, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, angka pengangguran di Kota Bekasi mencapai 7,9 persen atau sekitar 104.170 jiwa dari total penduduk 2.039.296 jiwa. Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang perlu segera ditangani secara serius dan sistematis.

"Pemerintah Kota Bekasi harus memiliki program-program yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat, agar mereka dapat bersaing di pasar kerja yang semakin ketat. Tanpa adanya upaya yang jelas, potensi bertambahnya pengangguran akibat urbanisasi akan semakin membebani daerah," katanya saat ditemui Senin (14/4/2025).

Ia menekankan bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghadirkan program inkubator bisnis yang bertujuan mendukung pengembangan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal. Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga didorong untuk menjalin kerja sama yang lebih kuat dengan dunia usaha atau perusahaan-perusahaan besar di wilayah setempat, guna membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi warga yang memiliki KTP Kota Bekasi.

Kamil juga menyampaikan pentingnya peran program bantuan sosial yang tepat sasaran bagi masyarakat yang masih belum memiliki pekerjaan, termasuk memperkuat pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga penempatan kerja. Ia berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat lebih proaktif dalam menurunkan angka pengangguran, dan menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dapat ditekan dari 7,9 persen menjadi 4,5 persen pada tahun 2025.

“Pemerintah harus memiliki langkah nyata. Pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, hingga penempatan kerja harus dilakukan secara terintegrasi. Ini bukan hanya soal mengurangi angka, tapi memberikan harapan dan peluang bagi masyarakat,” tegas Kamil.

Ia berharap bahwa dengan upaya bersama, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, hingga masyarakat, Kota Bekasi dapat menghadapi tantangan urbanisasi pasca lebaran dengan lebih siap dan mampu mengurangi beban pengangguran yang ada. (ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *