sudutpandangbekasi.com/ – Siang itu, suasana di MAN 2 Kota Bekasi terasa panas, bukan hanya karena terik matahari, tetapi juga lantaran ratusan siswa yang berkumpul di halaman sekolah. Sorakan menggema, menuntut perhatian Kepala Sekolah Nina Indriana dan pejabat Kemenag yang hadir. Mereka merasa aspirasi yang selama ini disuarakan belum juga direspons.
Arsyila Juwita Effendi, Ketua OSIS MAN 2 Kota Bekasi, dengan tegas menyatakan kekecewaannya. Menurutnya, kepala sekolah telah banyak memberikan janji yang tak ditepati. "Katanya fasilitas bakal ditingkatkan, tapi nyatanya banyak yang rusak," ungkapnya. Bersama tim OSIS, Fitri bahkan telah mendokumentasikan berbagai fasilitas yang perlu perbaikan—dari gagang pintu yang lepas, kelas yang bocor saat hujan, hingga gayung di toilet yang patah. "Total ada 72 fasilitas yang harus diperbaiki," tambahnya.
Bukan hanya soal fasilitas, siswa juga menyoroti keberlangsungan ekstrakurikuler. Dari 20 kegiatan ekskul yang ada, kini hanya beberapa yang masih aktif. "Banyak kegiatan organisasi yang nggak disetujui kepala sekolah dengan alasan anggaran. Padahal, tiap bulan kami bayar 250 ribu," kata Fitri. Ia menyebut ekskul seperti marching band, dan futsal yang notabene menyumbang prestasi bahkan anggarannya banyak dipangkas.
Menanggapi aksi siswa, Kepala Sekolah MAN 2 Kota Bekasi, Nina Indriana, mengaku memahami keluhan mereka. Ia menegaskan bahwa keterbatasan dana BOS menjadi kendala utama dalam perbaikan fasilitas. "Saya menyikapi aksi anak-anak ini secara positif. Ini menjadi masukan bagi saya agar sekolah lebih baik lagi," ujarnya.
Nina juga menjelaskan bahwa pengajuan anggaran sudah ditetapkan di awal tahun melalui kesepakatan komite sekolah, sehingga tidak bisa dilakukan revisi di tengah tahun. Mengenai pembayaran honor pelatih ekskul, ia memastikan pembayaran telah dilakukan hingga November, karena di bulan Desember siswa sudah fokus persiapan ujian akhir semester.
Soal isu pungutan wisuda satu juta rupiah yang beredar, Nina membantah keras. "Saya sudah konfirmasi ke panitia, dan mereka tidak tahu-menahu soal biaya itu. Itu tidak benar," tegasnya.
Meski demikian, Nina berjanji akan segera merealisasikan perbaikan yang menjadi tuntutan siswa. "Kami akan lakukan perbaikan secara bertahap sesuai dengan kemampuan sekolah," pungkasnya.

