sudutpandangbekasi.com/ – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Lilis Nurlia, menegaskan bahwa pelaksanaan Ibadah Haji Tahun 2026 sudah semakin dekat. Karena itu, kesiapan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka menjadi faktor kunci dalam kelancaran keberangkatan jemaah haji asal Jawa Barat.
Menurut Lilis, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah jemaah haji terbesar di Indonesia membutuhkan perencanaan matang, khususnya dalam hal transportasi dan pelayanan jemaah. BIJB Kertajati diproyeksikan menjadi bandara utama keberangkatan dan kepulangan jemaah haji Jawa Barat pada 2026, sehingga seluruh aspek kesiapan harus dipastikan sejak dini.
“Pelaksanaan haji 2026 sudah di depan mata. Kertajati menjadi penentu karena akan melayani jemaah haji Jawa Barat. Maka kesiapan bandara, akses, dan skema pelayanan jemaah harus benar-benar matang,” ujar Lilis, Rabu (7/1/2026).
Ia menjelaskan, secara fisik dan infrastruktur, BIJB Kertajati telah memenuhi standar internasional. Bandara ini memiliki runway sepanjang 3.000 meter dengan lebar 60 meter, sehingga mampu melayani pesawat berbadan lebar. Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, toilet, serta sarana dan prasarana lainnya dinilai sudah siap digunakan.
Namun demikian, Lilis menyoroti pentingnya pengaturan akses dan waktu tempuh jemaah, khususnya dari Asrama Haji Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Indramayu menuju BIJB Kertajati di Majalengka. Jarak perjalanan yang memakan waktu lebih dari satu jam dinilai perlu disiasati dengan skenario jalur dan manajemen keberangkatan yang baik agar jemaah tidak kelelahan sebelum terbang.
“Yang harus diperhatikan bukan hanya bandara, tapi juga perjalanan jemaah menuju bandara. Kita harus meminimalisasi waktu tempuh dan memastikan jemaah berangkat dalam kondisi nyaman dan siap secara fisik,” jelasnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat telah melakukan peninjauan langsung ke BIJB Kertajati dan Asrama Haji di Indramayu untuk memastikan kesiapan pelayanan haji 2026 berjalan optimal.
Lilis menegaskan bahwa DPRD Jawa Barat akan terus mengawal proses persiapan tersebut agar jemaah haji asal Jawa Barat dapat berangkat dan kembali melalui bandara milik provinsi sendiri, dengan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar.
“Kita ingin memastikan jemaah haji Jawa Barat mendapatkan layanan terbaik. Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal kenyamanan dan keselamatan jemaah,” pungkasnya.

