sudutpandangbekasi.com/ — Ribuan massa dari berbagai elemen umat Islam dan organisasi kemanusiaan memadati kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, dalam aksi bertajuk “Solidaritas Indonesia Lawan Genosida”.
Aksi ini memperingati dua tahun genosida militer Israel di Gaza dan menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan penuh Palestina.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina (API-Palestina) ini berlangsung khidmat dan penuh semangat. Massa membawa spanduk, bendera Palestina, dan poster seruan perdamaian.
Ketua Pelaksana Aksi, Namsianto Wakhid, menjelaskan bahwa massa datang bukan hanya dari Jabodetabek, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa dan Sumatera.
“Ada sekitar 250 bus dari luar kota. Ini menunjukkan betapa besar kepedulian rakyat Indonesia terhadap Palestina,” ujarnya.
Ia menegaskan, aksi ini menjadi pengingat agar Indonesia tidak setengah hati membela Palestina.
“Sejak dulu Indonesia berpihak pada Palestina. Maka kami ingatkan pemerintah agar tidak coba-coba membuka hubungan diplomatik dengan Israel, karena itu mencederai konstitusi dan hati rakyat,” tegas Namsianto.
Selain itu, ia menyoroti potensi masuknya atlet Israel ke Indonesia dengan kewarganegaraan ganda.
“Jangan sampai atlet Israel masuk pakai visa negara lain. Pemerintah jangan nunggu viral dulu baru bereaksi. Masyarakat harus siap mengantisipasi,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut massa menyampaikan deklarasi yang dibacakan secara bergantian oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum FSLDK M. Fadhil Abdurrahim, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Pengurus Front Persaudaraan Islam (FPI) Buya Husein, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Bunyan Saptomo, Aktivis Palestina KH. Ferry Nur, serta Sekretaris OC ARIBP Dr. Oke Setiadi.
Dalam naskah deklarasi, para orator menyampaikan sebelas poin sikap politik dan kemanusiaan yang ditujukan kepada masyarakat internasional dan pemerintah Indonesia. Berikut isi lengkapnya:
- Mendesak penghentian perang dan genosida terhadap rakyat Palestina, serta memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza yang hancur total.
- Menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina, termasuk faksi-faksi perlawanan, merupakan bentuk pembelaan diri yang sah menurut hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
- Mendorong masyarakat internasional meningkatkan tekanan politik, diplomasi, dan pemberitaan media agar Israel mematuhi tuntutan sah rakyat Palestina.
- Menyerukan seluruh bangsa Indonesia memperkuat solidaritas kemanusiaan, advokasi politik, dan diplomasi publik bagi Palestina; menggalang doa, dukungan moral, dan donasi bagi rakyat Gaza.
- Menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Republik Indonesia memperjuangkan diplomasi aktif di forum internasional demi penghentian agresi Israel dan perlindungan rakyat Gaza.
- Mengajak seluruh bangsa Indonesia dan umat Islam di dunia untuk menolak normalisasi dengan Israel dan bersatu dalam satu barisan keimanan dan kemanusiaan demi pembebasan Palestina.
- Mengusulkan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar membentuk “Palestine Room” di markasnya sebagai ruang koordinasi menuju kemerdekaan Palestina.
- Mendesak Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas terhadap propaganda dan gerakan pro-Zionis di dalam negeri.
- Mendorong pemerintah membuka komunikasi langsung dengan faksi-faksi Palestina guna memperkuat persatuan nasional Palestina.
- Mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak partisipasi atlet Israel dalam kompetisi di tanah air; serta mendesak organisasi dunia seperti FIFA, WBH, dan IOC menjatuhkan sanksi terhadap Israel sebagaimana diterapkan pada Rusia.
- Mengajak pemuda Indonesia untuk terus bergerak dan bersuara membela Palestina hingga gencatan senjata permanen tercapai dan Palestina merdeka dengan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kota.
Aksi berjalan tertib dan damai. Massa kemudian menutup kegiatan menyanyi Heal the World dan longmarch ke Kedutaan Amerika dan Bundaran HI.

