sudutpandangbekasi.com/ – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjenguk langsung enam siswa SDN Kota Baru III, Bekasi Barat, yang dirawat di RS Ananda Bekasi usai mengalami keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (2/10/2025).
Tri datang untuk memastikan kondisi kesehatan para siswa sekaligus menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam program tersebut. “Hari ini saya menjenguk langsung pasien yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis. Alhamdulillah kondisi mereka mulai membaik,” kata Tri.
Ia mengakui insiden ini menjadi catatan penting. Menurutnya, program MBG sejatinya lahir dari niat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah, terutama dari keluarga sederhana. Namun, kasus di SDN Kota Baru III menunjukkan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap kualitas makanan.
“Program makan bergizi gratis adalah niat baik untuk meningkatkan gizi anak-anak Indonesia. Tapi tentu ada hal-hal yang harus diperbaiki. Standar kebersihan dan kualitas makanan tidak bisa ditawar,” ujar Tri.
Keenam siswa sebelumnya mengalami keluhan sakit perut dan muntah 5–10 menit setelah menyantap menu makaroni, pasta, jagung, dan semangka. Mereka dilarikan ke IGD RS Ananda untuk mendapat perawatan medis. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan siswa terpapar bakteri, namun kondisinya kini berangsur membaik.
Tri memastikan, seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Ia juga meminta Dinas Pendidikan dan pihak sekolah segera melakukan evaluasi. “Kita harus pastikan kejadian serupa tidak terulang. Kalau perlu, kita tunda dulu pelaksanaan MBG sampai sistem pengawasan lebih siap,” tegasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang tantangan pelaksanaan program MBG di daerah. Meski tujuan utamanya mulia, pemerintah dituntut memperketat proses distribusi, memastikan makanan sampai ke tangan siswa dalam kondisi segar, higienis, dan layak konsumsi.
“Anak-anak ini adalah masa depan kita. Jangan sampai niat baik justru berbalik menjadi petaka,” kata Tri.

