sudutpandangbekasi.com/ – Keresahan melanda warga Bekasi usai bau menyengat seperti gas bocor dan bensin tercium di sejumlah wilayah pada Jumat (18/4) malam. Keluhan warga ramai dibagikan di media sosial, memicu kekhawatiran akan potensi bahaya yang belum diketahui penyebab pastinya.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Priadi Santoso, membenarkan laporan tersebut. Ia mengatakan bahwa timnya telah melakukan monitoring langsung di sejumlah titik yang dilaporkan, termasuk Rawalumbu, Mustika Jaya, dan Bantar Gebang.
"Hasil monitoring tim BPBD, berdasarkan monitoring semalam dari pukul 21.50 di Rawalumbu, Mustika Jaya dan Bantar Gebang memang benar ada bau gas di beberapa wilayah itu," kata Priadi saat dikonfirmasi, Sabtu (19/4/2025).
Warga Bekasi menyuarakan keluhan mereka lewat berbagai unggahan di platform X (dulu Twitter). Akun @fahminii mengimbau masyarakat yang mencium bau untuk melaporkan lokasi dan gejala yang dirasakan seperti pusing atau tenggorokan pahit.
“Mustika Jaya anak saya sampai sakit kepala!!!! Kebangun tidur!!!! Ini bahaya buat anak-anak, tolong dong siapa yang tanggung jawab,” tulis akun @risyahristianti.
Keluhan serupa juga datang dari pengguna lain.
“Daerah Perumnas 3. Baunya sampai masuk celah jendela kamar dan ruang tamu. Kamar udah full kipas sama air purifier, anak sampe kebangun takut banget sesek. Eh gak lama kucing gue yang sesek, akhirnya tadi dibawa ke vet. Pas perjalanan juga mual dan pusing,” ujar @tikaprp.
Sementara akun @rohmadbs mengaku mencium bau seperti oli bocor saat berada di Bintara.
“Di dalam kamar kayak nyium bau oli mobil bocor, pas keluar aromanya makin kuat. Ngecek kolong mobil aman, ini apa oli kompresor AC… tapi kayaknya bukan.”
Spekulasi pun bermunculan di kalangan warga. Sebagian menduga bau itu berasal dari kebocoran gas di area Bantar Gebang, proses dekomposisi limbah, hingga kemungkinan terkait bencana alam.
“Kalau memang wilayah sana hujan deras sejak tadi siang hingga malam, mungkin ya… dugaanku terjadi dekomposisi dari gas yang ada di Bantar Gebang. Terjadi inversi suhu dan pelepasan secara sporadis,” kata akun @habe39.
Keluhan meluas hingga ke wilayah Jakarta Timur.
“Kacau, sekota bahkan sebagian wilayah Kabupaten Bekasi meleng dikit, katanya di Jaktim juga kecium bau hidrokarbon (gas/bensin atau apalah itu) tapi sampai sekarang belum ada berita valid kenapanya. Rakyat benar-benar nggak ada harganya,” tulis akun @vdjrnr.
Hingga kini, BPBD Kota Bekasi masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui sumber bau menyengat tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan jika mengalami gejala yang membahayakan.

