sudutpandangbekasi.com/ – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Siti Mukhliso, bersama jajaran Komisi IV DPRD Kota Bekasi, melakukan audiensi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bekasi untuk membahas peningkatan kasus HIV-AIDS di daerah tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, Siti Mukhliso mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 lalu, tercatat 532 kasus HIV di Kota Bekasi, dengan mayoritas penderitanya adalah laki-laki.
"Penularan terbanyak dalam hal ini terjadi melalui jarum suntik dan seks yang tidak aman, termasuk salah satunya LSL (lelaki suka lelaki)," ujar Siti.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODA) di Bekasi terus meningkat, bahkan menempati posisi terbanyak kedua di Jawa Barat setelah Kota Bandung.
"Perlu perhatian serius terkait hal ini dari Pemerintah Kota Bekasi, penyebarannya harus dihentikan," tegasnya.
Sebagai anggota DPRD dari Dapil Mustika Jaya, Rawalumbu, dan Bantargebang, Siti Mukhliso mendorong Pemkot Bekasi agar lebih aktif dalam menangani masalah ini dan mengambil langkah nyata dalam pencegahan serta penanggulangan HIV-AIDS.
"Pemkot Bekasi harus menjadi garda terdepan dalam menjaga moral dan nilai budaya bangsa," tambahnya.
Siti juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk moral dan karakter masyarakat agar bisa mencegah perilaku berisiko.
"Mari sebagai orang tua, berawal dari keluarga semuanya dibentuk dan dijaga. Karena keluarga adalah unit sosial terkecil yang membentuk masyarakat. Baik buruknya masyarakat ditentukan oleh kualitas keluarga. Oleh karena itu, ketahanan keluarga harus menjadi basis orientasi pembangunan di Kota Bekasi," pungkasnya.
Dengan kondisi ini, Siti berharap adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait untuk bersama-sama menghentikan penyebaran HIV-AIDS di Kota Bekasi. (ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)

