sudutpandangbekasi.com/ – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menggelar rapat koordinasi di Kota Bekasi pada Jumat (7/3/2025) bersama empat kepala daerah terdampak banjir, yakni Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, Wali Kota Depok Supian Suri, dan Bupati Bogor Rudy Susmanto.
Rapat ini membahas progres penanganan banjir di masing-masing daerah serta langkah-langkah strategis yang akan diambil ke depan.
"Kita lakukan bersama sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Permasalahan dipaparkan satu per satu agar bisa dicari solusi terbaiknya," ujar Dedi Mulyadi.
Normalisasi Sungai & Pelebaran Kali Jadi Prioritas
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan bahwa Sungai Cileungsi, Kali Cikeas, dan Kali Bekasi yang bermuara di Bojong Kulur, Bogor, menjadi penyebab utama banjir yang selama ini terjadi.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Bekasi akan melebarkan aliran sungai yang masih bisa diperbesar. Selain itu, pembangunan Bendung Koja akan segera dilakukan dengan pendanaan dari Perum Jasa Tirta (PJT) agar kapasitas tampung air meningkat.
“Sungai-sungai ini sebenarnya masih bisa diperlebar lagi. Selain itu, Bendung Koja juga akan ditingkatkan agar mampu menampung lebih banyak air,” ungkap Tri melalui media sosial Gubernur Jabar (@dedimulyadi71).
Gubernur Jabar: Rp500 Miliar & Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Banjir
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa empat daerah ini harus segera menyelesaikan permasalahan banjir secara bersama-sama. Oleh karena itu, pemerintah akan mengalokasikan dana urunan sebesar Rp500 miliar untuk mendukung penanganan banjir.
“Jika ini dilakukan, kondisi akan lebih kondusif, dan dampak banjir akan berkurang. Selain itu, kita juga akan menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk mengontrol curah hujan,” jelasnya.
Gubernur juga memastikan bahwa pengerjaan normalisasi sungai dan proyek terkait akan dimulai secepatnya pada Senin pekan depan.
Dengan adanya langkah konkret ini, diharapkan banjir yang kerap melanda Bekasi, Bogor, dan Depok bisa ditekan, sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban setiap musim hujan.

