sudutpandangbekasi.com/ – Banjir besar yang melanda Kota Bekasi pada Selasa (4/3/2025) mengakibatkan lumpuhnya aktivitas di berbagai wilayah. Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, menyebutkan bahwa bencana ini merupakan salah satu yang terbesar sejak 2020.
"Banjir ini menggenangi lebih dari tujuh kecamatan di Kota Bekasi, bahkan sampai Jl. Ahmad Yani dan Stasiun Kota Bekasi juga ikut terendam," ujar Sardi.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Bekasi dalam merespons bencana ini.
"Sekda beserta Forkopimda sudah berkoordinasi terkait langkah dan penanganannya. Salah satunya, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Dinas Lingkungan Hidup (LH) sudah turun ke lapangan untuk penanganan pasca banjir," jelasnya.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga diterjunkan ke posko-posko banjir untuk menangani masalah kesehatan bagi warga terdampak.
Untuk mempercepat pemulihan pasca-banjir, Sardi menekankan pentingnya memanfaatkan Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) secara maksimal guna mendukung berbagai upaya penanganan bencana.
"Saya berharap ke depan penanganan banjir bisa dilakukan lebih komprehensif agar dampaknya dapat diminimalisir," pungkasnya.
Banjir yang terus berulang di Bekasi menjadi perhatian serius bagi DPRD dan Pemkot. Masyarakat berharap adanya solusi jangka panjang yang dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.

