Tingginya Angka Golput di Pilkada Kabupaten Bekasi 2024, DPRD Soroti Rendahnya Partisipasi Pemilih

sudutpandangbekasi.com/ – Legislator Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyoroti tingginya jumlah masyarakat yang tidak menggunakan hak pilih atau golongan putih (golput) pada Pilkada Serentak 2024. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, tercatat 748.763 dari total 2.251.856 pemilih tidak memberikan suara, angka ini bahkan lebih besar dibandingkan suara yang diraih oleh pasangan pemenang, Ade Kuswara-Asep Surya Atmaja, dengan perolehan 666.494 suara.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, meminta KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk segera melakukan evaluasi terkait rendahnya partisipasi pemilih.

“Kami mendorong agar KPU dan Bawaslu melakukan evaluasi komprehensif guna memahami penyebab tingginya angka golput ini,” kata Ade Sukron di Cikarang, Minggu (8/12/2024).

Ia menyebutkan bahwa DPRD Kabupaten Bekasi akan menjadwalkan rapat koordinasi bersama KPU dan Bawaslu untuk membahas persoalan tersebut. Sebelumnya, Komisi I DPRD sempat mengagendakan pertemuan, namun perwakilan KPU dan Bawaslu belum dapat hadir.

“Kami berharap pertemuan berikutnya dapat membahas secara menyeluruh, termasuk mencari tahu apa yang membuat masyarakat enggan datang ke TPS. Apakah karena kurangnya informasi atau ketidaktahuan tentang calon yang bertarung? Hal ini harus diatasi agar demokrasi kita lebih baik ke depannya,” tambah Ade.

Ade juga menyatakan pentingnya memahami faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi masyarakat agar dapat dijadikan bahan perbaikan pada penyelenggaraan pilkada mendatang.

Sementara itu, KPU Kabupaten Bekasi pada Jumat (6/12) telah menetapkan hasil Pilkada 2024. Pasangan calon nomor urut 3, Ade Kuswara-Asep Surya Atmaja, berhasil meraih suara terbanyak dengan 666.494 suara atau 45,68 persen dari total suara sah. Pasangan nomor urut 2, B.N. Holik-Faizal Hafan Farid, mendapatkan 588.399 suara (40,32 persen), sedangkan pasangan nomor urut 1, Dani Ramdan-Romli H.M., memperoleh 204.305 suara (14 persen).

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ali Rido, menyebut tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Bekasi hanya mencapai 66,8 persen. Jumlah suara masuk sebanyak 1.503.093, yang terdiri atas 1.459.598 suara sah dan 43.495 suara tidak sah.

“Penetapan hasil Pilkada 2024 dilakukan melalui rapat pleno terbuka sesuai dengan Surat Keputusan KPU Kabupaten Bekasi Nomor 290 Tahun 2024,” jelas Ali.

Pilkada Kabupaten Bekasi 2024 diikuti tiga pasangan calon: Dani Ramdan-Romli H.M. diusung oleh Partai Golkar, PKB, Demokrat, PSI, Gelora, dan Hanura; B.N. Holik-Faizal Hafan Farid diusung oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, dan Nasdem; serta Ade Kuswara-Asep Surya Atmaja yang diusung oleh PDI Perjuangan, PBB, PPP, dan Partai Buruh.

Dengan tingginya angka golput, Ade Sukron menekankan perlunya strategi komunikasi politik yang lebih baik untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *