Kesaktian “Kartu Beresin Bekasi”: Senjata Heri-Sholihin untuk Sejahterakan Warga Kota Bekasi

sudutpandangbekasi.com/ – Sore yang cerah di Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, calon Wakil Wali Kota Bekasi nomor urut satu, Sholihin, mengenalkan program baru dijuluki "Kartu Beresin Bekasi."

Program ini sudah diluncurkan sejak daftar KPUD Kota Bekasi. Kalau di lihat dari programnya bukan sekadar kartu bantuan biasa. Dengan lima manfaat utama yang mencakup berbagai kebutuhan warga, Kartu Beresin Bekasi dirancang sebagai solusi untuk menciptakan kota yang lebih sejahtera dan merata.

Di hadapan warga, Sholihin yang akrab disapa Bang Sholihin, menggambarkan Kartu Beresin Bekasi sebagai "kartu sakti" yang dapat membantu warga dari berbagai kalangan—mulai dari pemuda, lansia, penyandang disabilitas, hingga keluarga kurang mampu.

“Kami ingin Kartu Beresin Bekasi menjadi sakti bagi warga, memberikan solusi nyata di berbagai aspek kehidupan mereka,” ungkapnya di hadapan warga Medan Satria, (26/10/2024)

1. Menciptakan Lapangan Kerja

Kartu Beresin Bekasi memiliki kekuatan pertama untuk membantu warga mendapatkan pekerjaan. Tidak hanya dengan menyalurkan pekerjaan, Sholihin ingin agar anak-anak muda Bekasi memiliki keterampilan yang memadai. “Kalau ada anak kita lulus SMA, kami akan latih mereka dulu. Kami bantu kembangkan skill agar bisa sukses di UMKM, jadi pengusaha, atau bekerja di sektor swasta. Untuk yang butuh sertifikat, kami bantu, dan kalau mau jadi pengusaha, insya Allah modalnya kami sediakan,” ujar pria berumur 46 tahun ini penuh keyakinan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap lapangan kerja, pria berkacamata ini juga berjanji membuat aturan agar perusahaan di Bekasi memprioritaskan tenaga kerja dari warga lokal. “Nanti kami buat peraturan daerah, 60 persen tenaga kerja di perusahaan harus berasal dari Kota Bekasi. Jadi, warga tidak hanya jadi penonton di kotanya sendiri,” tambahnya.

2. Bantuan Tunai untuk Lansia

Kesaktian kedua dari kartu ini adalah bantuan langsung tunai khusus untuk lansia. Sholihin memahami, hidup di usia senja memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang mungkin sudah tidak produktif. “Bantuan ini langsung diberikan kepada lansia, tidak perlu lewat RT atau RW. Dengan ini, kami ingin lansia kita bisa merasa lebih tenang di masa tua mereka,” jelasnya.

3. Menguatkan Difabel

Dalam poin ketiga, Kartu Beresin Bekasi membawa kekuatan bagi penyandang disabilitas. “Kita tahu bahwa saudara kita yang difabel punya kebutuhan khusus setiap harinya. Tidak semua keluarga bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi, kartu ini akan membantu mereka secara langsung,” kata Sholihin. Bantuan ini dirancang agar penyandang disabilitas bisa mendapatkan dukungan tambahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

4  Bantuan di Masa Dukacita

Poin keempat dalam Kartu Beresin Bekasi adalah Kartu Dana Janaiz, yang dirancang khusus untuk membantu warga kurang mampu saat menghadapi musibah kematian. Bagi keluarga yang tidak memiliki biaya untuk mengurus jenazah anggota keluarga, bantuan ini akan sangat berarti. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, terutama yang kurang mampu, bisa menjalani masa berkabung tanpa kekhawatiran soal biaya pemakaman,” ucap Sholihin, menjelaskan manfaat sosial dari Kartu Dana Janaiz.

Pendidikan Generasi Muda

Poin kelima dari kesaktian kartu ini adalah yang khusus diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP di Kota Bekasi. Bantuan ini bertujuan untuk menjamin pendidikan yang layak bagi semua anak di Bekasi. “Tidak ada lagi anak-anak kita yang putus sekolah hanya karena kekurangan biaya. Kami akan berikan dukungan penuh agar mereka bisa terus belajar dan meraih cita-citanya,” tegas Sholihin.

Dengan kelima poin ini, Kartu Beresin Bekasi menjadi sebuah simbol dari janji Sholihin untuk menyentuh setiap lini kehidupan warga. Bukan hanya untuk memberi, tapi untuk memberdayakan masyarakat. Sholihin menegaskan bahwa seluruh bantuan ini dapat terwujud dengan pemanfaatan APBD yang tepat sasaran.

“Ini bukan sekadar bantuan, ini adalah bagian dari visi kami untuk mewujudkan Bekasi yang benar-benar bersih, sejahtera, dan merata. Kami ingin semua warga merasa diurus dan dilibatkan dalam pembangunan kota,” pungkas Sholihin.

Di tengah persaingan ketat dalam Pilkada Bekasi, Kartu Beresin Bekasi tampak menjadi “senjata sakti” yang berpotensi memikat hati pemilih, terutama mereka yang merasakan langsung tantangan hidup di kota ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *