Binus University Kampus Bekasi Luncurkan Program Digital Business Innovation untuk Menjawab Tantangan Bisnis Era Digital

WOWBEKASI. ID – BINUS University Kampus Bekasi baru saja meluncurkan program Digital Business Innovation yang bertujuan untuk menjawab tantangan dunia bisnis di era digital. Acara peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., CSCA, Direktur Kampus BINUS Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, Ph.D, dan Guru Besar Manajemen Bidang Digital Business, Prof. Dr. Ir. Sevenpri Candra, S.Kom, SE, MM, Asean Eng. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan industri, yang memberikan wawasan tentang kebutuhan pasar tenaga kerja di bidang teknologi digital, yaitu Business Development Consultant PERSOLKELLY Framkie Krhistofarus dan VP of Business Controller & Development ASTRO Pranidhana Mahardika.

Dalam sambutannya, Dr. Nelly menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar Binus University untuk membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

“Program ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dan tantangan di dunia bisnis yang semakin terhubung dengan teknologi,” kata Dr. Nelly.

Dr. Nelly juga mengungkapkan bahwa Program Digital Business Innovation di BINUS Bekasi adalah program ganda (double degree) yang mengintegrasikan ilmu sistem informasi dan creativepreneurship.

“Mahasiswa akan mempelajari ilmu sistem informasi di kampus BINUS Bekasi dan ilmu creativepreneurship di kampus BINUS @Bandung,” jelasnya.

Kurikulum ini mencakup mata kuliah dasar seperti konsep sistem informasi, pengembangan sistem, teknologi, dan manajemen data. “Selain itu, mahasiswa juga akan belajar tentang memulai inisiatif bisnis baru, dari riset pasar hingga pengelolaannya secara berkelanjutan,” imbuh Dr. Nelly.

Untuk memperkaya pengalaman belajar di luar ruang kelas, mahasiswa dapat memilih dari berbagai enrichment track, termasuk magang, proyek entrepreneurship, kegiatan pengabdian masyarakat, riset, dan program pertukaran mahasiswa.

“Ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung dan keterampilan yang relevan dengan dunia industri,” tambahnya.

Prof. Gatot Soepriyanto, Ph.D, Direktur Kampus BINUS Bekasi, juga menggarisbawahi bahwa program ini merupakan upaya nyata dari BINUS University untuk menciptakan lulusan yang siap bersaing di pasar global.

“Program ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat dan industri di sekitar Bekasi,” ujarnya.

Prof. Gatot juga menyoroti infrastruktur modern yang telah disiapkan kampus untuk mendukung pembelajaran mahasiswa.

“Kita memiliki fasilitas yang sangat memadai dengan komputer terbaru yang dilengkapi teknologi terbaik. Selain itu, kita juga punya inkubator bisnis di mana mahasiswa dapat didampingi oleh coach khusus untuk mengembangkan bisnis,” jelas Prof. Gatot. Ia juga menyebutkan keberadaan living lab di kampus yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk mengembangkan bisnis, membuat prototipe, dan merancang produk yang siap dipasarkan.

“Fasilitas ini siap digunakan, baik di kampus Bekasi maupun di kampus Bandung,” tambahnya.

Prof. Dr. Ir. Sevenpri Candra, S.Kom, SE, MM, Asean Eng, Guru Besar Manajemen Bidang Digital Business, mengungkapkan bahwa ada dua hal utama yang harus diperhatikan dalam menghadapi bisnis digital: tren yang berkembang dan peran pendidikan. “Untuk menghadapi tantangan bisnis digital, diperlukan kombinasi hard skills dan soft skills,” jelas Prof. Sevenpri. Menurutnya, inovasi adalah kunci utama dalam menghadapi persaingan bisnis di era digital.

“Bukan hanya sekadar teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu dikombinasikan dengan cara berpikir inovatif. Dua hal penting yang harus diperhatikan adalah scalability dan flexibility, sehingga inovasi bisa dikembangkan dan diadaptasi dengan cepat,” tambahnya.

Selain dari pihak akademisi, pandangan dari industri juga diberikan oleh Pranidhana Mahardika dari ASTRO. Ia menyoroti kebutuhan mendesak akan tenaga kerja di bidang teknologi digital, terutama pada posisi-posisi yang masih jarang di pasar seperti role developer, data scientist, game developer, dan digital marketing analyst. “Ada beberapa posisi yang saat ini sangat jarang di pasar, seperti role developer, data scientist, dan game developer. Penting bagi mahasiswa untuk memiliki literasi digital agar bisa mempersiapkan diri untuk karir ini,” jelas Pranidhana.

Ia juga menekankan pentingnya literasi digital bagi mahasiswa agar mereka dapat memahami dan mempersiapkan diri untuk karir di industri teknologi yang terus berkembang. “Dengan dasar pendidikan yang kuat dalam literasi digital, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan di era digital,” tambahnya.

Program Digital Business Innovation ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi para mahasiswa Binus University dalam mengembangkan kemampuan mereka untuk menjawab tantangan dunia bisnis yang terus berkembang di era digital. Dengan demikian, lulusan program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam dunia industri, baik di tingkat lokal maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *