sudutpandangbekasi.com/ – Sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka kepada Ketua DPRD Kota Bekasi, H.M. Saifuddaulah, di ruang kerjanya pada Rabu (5/6/2024). Saifuddaulah menekankan bahwa aspirasi dan kepedulian mahasiswa dan kaum muda Kota Bekasi harus akurat dan memberikan solusi terbaik bagi masalah masyarakat dan pemerintahan.
"Kepedulian itu harus disampaikan dan diungkap. Lebih bagus disampaikan dengan cara yang baik dan kepada pihak yang tepat," ujar Saifuddaulah.
Ia mengakui bahwa beberapa persoalan terkait Kota Bekasi memerlukan suara dari mahasiswa dan pemuda. Oleh karena itu, Saifuddaulah berjanji akan selalu membuka ruang dialog untuk kebaikan masyarakat Kota Bekasi.
"Kami di dewan membuka ruang dialog dan aspirasi guna perbaikan dan kemajuan Kota Bekasi, apalagi jika disampaikan dengan beretika dan terhormat," ungkap politisi senior PKS ini.
Menanggapi persoalan yang dikemukakan oleh Mahasiswa dan Pemuda Revolusioner (MPR), Saifuddaulah menyatakan akan membawa isu-isu tersebut dalam rapat dengan anggota DPRD dan menugaskan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang sesuai dengan tupoksinya.
"Terima kasih atas kepedulian mahasiswa dan pemuda. Data ini akan dibawa dan ditugaskan kepada komisi sesuai tupoksinya," pungkas Saifuddaulah.
Sementara itu, koordinator MPR, Syahridien, memaparkan lima tuntutan mahasiswa dan pemuda revolusioner. Tuntutan tersebut meliputi masalah PPDB online, peredaran obat-obatan di kalangan anak muda, kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta belum dibayarnya pekerja harian lepas (PHL) Kaliasem. Selain itu, mereka juga menyoroti pasar bermasalah (Pasar Jatiasih, Kranji, dan Atrium Pondok Gede), persoalan agraria, kasus Pekayon, dan meningkatnya angka pengangguran di Kota Bekasi.

