sudutpandangbekasi.com/ – Warga di wilayah Bebalen saat ini tengah menghadapi krisis air bersih yang cukup mengkhawatirkan. Pasokan air dari PDAM Bhagasasi mendadak terhenti sejak tiga hari terakhir, yang diduga akibat kerusakan pada pipa distribusi utama.
Kondisi ini memaksa warga untuk mencari alternatif sumber air, seperti membeli air galon atau mengambil air dari sumur, yang sering kali kualitasnya tidak memadai.
Dugaan kerusakan pada pipa PDAM Bhagasasi ini pertama kali mencuat setelah tim teknis melakukan pengecekan dan menemukan adanya indikasi kebocoran di jalur pipa yang melintasi kawasan industri.
Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan masalah ini akan selesai. Salah satu kawasan yang terdampak yaitu klaster Malioboro, Perumahan Panjibuwono, Kecamatan Babelan.
Salah satu warga, Intan (38), mengatakan sudah tiga hari mati total, dua Minggu lalu aliran airnya kecil bahkan di rumah tidak ada setetes pun.
"Kalau masalah pipa bocor terus karna "proyek gorong" kena Beko ngobrol dong makanya sama yang punya proyek. Apa solusinya biar proyek tidak menganggu pasokan air, keluhnya, Selasa (13/5/2025).
Sementara itu, sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan sementara, seperti kompensasi suplai air bersih menggunakan mobil tangki, untuk meringankan beban mereka selama krisis ini berlangsung.
Krisis air bersih ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan infrastruktur air bersih yang lebih baik, terutama di wilayah padat penduduk seperti Kabupaten Bekasi. (Frisiya/Red)

