sudutpandangbekasi.com/ – Suasana berbeda tampak menyelimuti SMP Negeri 11 Kota Bekasi pada pagi peringatan Hari Kartini. Warna-warni kebaya dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia menghiasi seluruh sudut sekolah. Antusiasme siswa-siswi pun terlihat jelas dari wajah-wajah ceria mereka yang datang ke sekolah dengan penuh semangat.
Peringatan Hari Kartini, yang jatuh setiap tanggal 21 April, menjadi momen tahunan yang selalu dinantikan. Tidak hanya untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini sebagai tokoh emansipasi perempuan, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan semangat kesetaraan sejak dini.
Kegiatan dimulai dengan apel pagi yang khidmat di lapangan sekolah. Bendera Merah Putih berkibar gagah, diiringi lagu kebangsaan yang dinyanyikan dengan semangat oleh seluruh warga sekolah. Guru, staf, dan siswa-siswi tampil memukau dengan balutan busana tradisional, menjadikan suasana semakin meriah dan penuh nuansa budaya.
Setelah apel, acara dilanjutkan dengan parade busana adat yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia. Para siswa berjalan dengan penuh percaya diri memperagakan pakaian daerah yang mereka kenakan. Penilaian pun dilakukan untuk memilih siswa-siswi dengan pakaian adat paling unik dan menarik. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan lomba pidato bertema perjuangan Kartini, yang menambah nilai edukatif dalam perayaan ini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan semangat perjuangan dan kesetaraan gender kepada para siswa, sesuai dengan semangat yang diperjuangkan oleh Ibu Kartini,” ujar salah satu guru yang turut hadir dalam kegiatan.
Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 11 Kota Bekasi bukan sekadar acara seremonial. Lebih dari itu, menjadi wadah refleksi atas perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa begitu kuat. Para siswa pun mengaku merasa lebih terinspirasi untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai dan sesi foto bersama yang penuh keceriaan, para siswa kembali ke kelas masing-masing. Dengan semangat baru, mereka membawa pulang pesan penting dari Kartini: bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, bagi perempuan maupun laki-laki. (Yurika/Red)

