sudutpandangbekasi.com/ – Menjadi seorang guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Itulah yang dirasakan oleh Dra. Hj. Gusfarni, seorang guru SMP Jaya Bekasi. yang telah mengabdikan dirinya selama lebih dari 30 tahun di dunia pendidikan. Dengan penuh kasih sayang dan dedikasi, Bu Gusfarni menjadi inspirasi bagi siswa-siswinya, rekan sejawat, bahkan masyarakat di sekitarnya.
Saat ditanya apa yang mendorongnya memilih profesi ini, Bu Gus menjelaskan bahwa keinginannya menjadi guru sudah ada sejak kecil. “Saya ingin berbagi ilmu dan melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan sukses. Itu adalah kebahagiaan terbesar bagi saya,” ujarnya. Ia terinspirasi dari ibunya, yang juga seorang guru, dan selalu memberikan teladan tentang bagaimana mendidik dengan hati.
Sebagai seorang wanita yang juga seorang ibu, Bu gus memiliki pesan penting “Jangan pernah takut untuk bermimpi besar dan berkontribusi dalam membangun generasi muda. Wanita punya kekuatan luar biasa untuk menginspirasi dan membawa perubahan, baik di rumah maupun di masyarakat.” Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk memberdayakan perempuan dan memajukan bangsa.
Di Balik Senyum Seorang Guru: Suka Duka yang Tak Terlihat
Tak dapat dipungkiri, perjalanan menjadi guru penuh dengan suka dan duka. Bu Gus bercerita bahwa salah satu tantangan terbesarnya adalah menghadapi siswa yang kurang termotivasi, murid² yang nakal dan susah diatur. Namun, ia percaya bahwa setiap anak punya potensi, dan tugas seorang guru adalah membantu mereka menemukannya.
Sementara itu, hal yang paling membahagiakan bagi Bu Gus adalah melihat murid-muridnya berhasil. “Saat mereka kembali dan berkata, ‘Bu, saya sudah sukses jadi dokter, dosen, atau pengusaha,’ itu rasanya tak tergantikan. Saya merasa apa yang saya lakukan selama ini tidak sia-sia.”
Salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan selama menjabat jadi guru adalah ketika seorang mantan siswa, yang dulu sering dianggap nakal dan sulit diatur, datang menemui Bu Gus. Siswa tersebut dengan penuh rasa terima kasih menceritakan bagaimana didikan dan nasihat Bu Gus telah mengubah hidupnya. “Saat itu, saya menangis. Itu adalah pengingat bagi saya bahwa setiap usaha kecil yang kita lakukan bisa membawa dampak besar.”
Guru adalah Lentera
Bu Gus adalah bukti nyata bahwa menjadi guru adalah sebuah anugerah. Dedikasinya tidak hanya mencerdaskan anak bangsa, tetapi juga menginspirasi mereka untuk bermimpi dan mewujudkannya. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, sosok seperti Bu Gus adalah sosok orang tua disekolah yang bisa membimbing serta membuat muridnya mempunyai investasi masa depan yang cerah.
Melalui kisahnya, Ia mengingatkan kita semua bahwa profesi guru adalah pekerjaan mulia yang layak dihormati dan dihargai. (Frisiya/Red)

