sudutpandangbekasi.com/ – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto mulai dirasakan manfaatnya oleh siswa-siswi sekolah dasar di sejumlah wilayah Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah dan mendukung proses belajar mereka, terutama di daerah-daerah yang masih menghadapi persoalan gizi buruk.
Hingga saat ini, program tersebut telah diterapkan di lebih dari 50 sekolah yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Pada tahap awal, sasaran program adalah sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan rawan gizi buruk.
Salah satu sekolah yang merasakan langsung dampaknya adalah SDN Kayuringin Jaya XII di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kepala sekolah menyampaikan bahwa kehadiran program ini membawa dampak positif, baik bagi siswa maupun orang tua mereka.
“Siswa-siswa kami sangat antusias. Orang tua juga merasa terbantu, terutama mereka yang kesulitan secara ekonomi,” ujar Kepala SDN Kayuringin Jaya XII, Lis Nurlaeni, Senin (14/4/2025).
Program ini memberikan makanan yang telah disusun oleh ahli gizi untuk memastikan bahwa setiap porsi yang dikonsumsi mengandung nutrisi seimbang. Menu bervariasi setiap hari dan mencakup nasi, sayur, lauk-pauk, buah, dan susu.
“Sebelum puasa, siswa bisa dapat makanan tiga kali dalam seminggu. Sedangkan saat mendekati puasa, pembagiannya dua kali,” jelas kepala sekolah lebih lanjut.
Para guru juga menyebut bahwa siswa terlihat lebih semangat belajar setelah sarapan atau makan siang bersama. Mereka berharap program ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Pemerintah berencana untuk memperluas cakupan program ini secara bertahap, dengan target menjangkau jutaan siswa di seluruh Indonesia. Jika berjalan lancar, program ini juga akan menjadi bagian penting dari komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui gizi yang baik dan pendidikan yang layak. (Frisiya/Red)

