Tujuh Kejahatan Per Hari Sepanjang 2024 di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak Curanmor

sudutpandangbekasi.com/ – Sepanjang tahun 2024, Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan warganya. Dengan tercatatnya 2.343 kasus kejahatan, rata-rata terjadi tujuh aksi kriminal setiap harinya di wilayah ini. Data dari Sentra Layanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Resor Metropolitan Bekasi menunjukkan peningkatan tindak kriminal sebesar tiga persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, Komisaris Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian berhasil mengungkap 1.975 kasus, meningkat lima persen dari tahun sebelumnya. Namun, sejumlah kasus masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

"Kasus yang diungkap memang meningkat, tetapi jumlah laporan kriminalitas juga bertambah. Kami terus bergerak untuk menyelesaikan laporan-laporan yang ada," jelas Onkoseno.

Dua jenis kejahatan mendominasi laporan sepanjang tahun: penipuan online dan pencurian sepeda motor (curanmor). Pelaku penipuan online memanfaatkan meningkatnya penggunaan internet untuk menjalankan berbagai modus, seperti undian palsu, kabar kecelakaan fiktif, hingga tautan scam yang merugikan korban secara finansial.

Sementara itu, kasus curanmor tetap tinggi, dengan pelaku sering kali menyasar kendaraan di pekarangan rumah, area minimarket, hingga jalan umum yang minim penerangan. Banyak pelaku bahkan tidak segan melukai korban saat melakukan aksinya.

“Dominasi kasus kriminalitas ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan kurangnya pengawasan di beberapa wilayah menjadi pemicu utama. Kami terus meningkatkan patroli, baik di lapangan maupun patroli siber, untuk mencegah kejahatan serupa,” kata Onkoseno.

Dari total laporan, dua persen di antaranya melibatkan anak-anak sebagai pelaku yang dimanfaatkan oleh orang dewasa dalam aksi kejahatan. Hal ini menjadi perhatian khusus pihak kepolisian.

Di tengah upaya meningkatkan pengungkapan kasus, Polres Metro Bekasi berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui patroli intensif, edukasi, dan kerja sama dengan komunitas lokal. “Kami berharap dengan upaya ini, kasus-kasus kejahatan dapat ditekan, dan masyarakat merasa lebih aman,” tutup Onkoseno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *