Disdik Kota Bekasi Minta Sekolah Jangan Paksakan Study Tour

sudutpandangbekasi.com/ – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi meminta sekolah agar tidak memaksakan pelaksanaan kegiatan study tour tanpa kesepakatan terlebih dahulu dengan orangtua siswa.

Study tour merupakan pembelajaran yang dilakukan di luar sekolah, yang harus memiliki tujuan jelas dan tidak hanya sekedar piknik. Disdik juga membatasi study tour hanya boleh dilaksanakan di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

"Memang untuk study tour itu masuk dalam metode pembelajaran kokurikuler yang dilakukan siswa bersama dengan guru di luar sekolah,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Warsim Suryana.

Warsim menekankan study tour tidak boleh dipaksakan oleh guru kepada siswa. Sebelum pelaksanaan, pihak sekolah seharusnya telah melakukan rapat koordinasi (rakor). Menurut Warsim, terdapat tiga metode pembelajaran yang ditetapkan oleh sekolah, yaitu Intrakurikuler, Ekstrakurikuler, dan Kokurikuler, dan proses pembelajaran harus berjalan seimbang.

“Kegiatan outing class biasanya sebagai tambahan pembelajaran siswa, apalagi saat ini sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Sehingga, kegiatan itu merupakan bagian dari kebebasan siswa untuk belajar di luar sekolah, tentu harus mendapat pendampingan guru,” terangnya.

“Kegiatan itu tidak harus dilakukan setiap tahun dan tetap sesuai kesepakatan dengan orang tua siswa,” bebernya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *